Detail Berita

Tradisi budaya Rejeban Plabengan kembali digelar oleh masyarakat Cepit, Pager Gunung, Kabupaten Temanggung, pada Kamis, 2 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda budaya yang secara resmi masuk dalam Calendar of Event Temanggung dan rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk pelestarian tradisi leluhur.

Acara berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan antusiasme warga. Sejak pagi, masyarakat sekitar berbondong-bondong mengikuti prosesi dengan membawa tenongan sadranan, berisi aneka hasil bumi dan sajian tradisional. Tenongan tersebut kemudian didoakan bersama di petilasan Ki Ageng Makukuhan, tokoh yang dipercaya memiliki peran penting dalam sejarah dan spiritualitas masyarakat setempat.Prosesi doa bersama menjadi inti dari Rejeban Plabengan, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta doa keselamatan, keberkahan, dan kesejahteraan bagi seluruh warga. Nilai gotong royong, kebersamaan, dan kearifan lokal sangat terasa dalam setiap rangkaian acara.

Sebagai penutup, kegiatan dimeriahkan dengan suguhan seni tari Jaran Kepang, yang disambut meriah oleh warga dan pengunjung. Pertunjukan ini tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga menjadi simbol kuatnya tradisi seni budaya yang masih lestari di tengah masyarakat Dusun Cepit.

Melalui Rejeban Plabengan, diharapkan tradisi budaya lokal terus terjaga sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu mendukung pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal di Kabupaten Temanggung.