Detail Berita

Tradisi Nyadran yang menjadi agenda tahunan masyarakat Dusun Babadan, Desa Kemiri Ombo, Kecamatan Gemawang, kembali dilaksanakan dengan penuh khidmat. Meski pelaksanaan kegiatan tahun ini berlangsung di tengah hujan, hal tersebut tidak menyurutkan semangat warga untuk tetap menjaga dan melestarikan tradisi leluhur.

Sejak pagi hari, warga Dsn. Babadan bersama warga Dsn. Tlogowungu berbondong-bondong mengikuti rangkaian kegiatan nyadran yang dipusatkan di makam Kiai Ahmad Muhammad Singorendani, tokoh leluhur yang dihormati. Dengan semangat gotong royong, warga tetap mengikuti acara dengan tertib meskipun kondisi cuaca kurang bersahabat.

Dalam pelaksanaan nyadran tahun ini, dilakukan penyembelihan sebanyak 11 ekor kambing sebagai wujud rasa syukur. Dari jumlah tersebut, 10 ekor kambing berasal dari warga Dusun Babadan, sementara 1 ekor kambing merupakan partisipasi warga Dusun Tlogowungu. Daging hasil penyembelihan kemudian diolah dan dibagikan kepada masyarakat untuk dinikmati bersama.

Supriadi, selaku sesepuh sekaligus juru kunci makam, menjelaskan bahwa penyembelihan kambing dalam tradisi nyadran merupakan bentuk ungkapan syukur warga.
“Dalam tradisi ini, sejumlah warga yang nazarnya terkabul menyembelih kambing sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan.”

Tradisi nyadran ini tidak hanya menjadi sarana doa bersama dan penghormatan kepada leluhur, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarwarga, memperkuat nilai kebersamaan, serta menjaga warisan budaya yang telah dilaksanakan secara turun-temurun.

Warga berharap, tradisi nyadran di Dusun Babadan dapat terus dilestarikan setiap tahunnya sebagai bagian dari identitas budaya desa, sekaligus menjadi pengingat pentingnya rasa syukur, gotong royong, dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.