Temanggung – Warga Dusun Pete, Desa Kembangsari, Kabupaten Temanggung, kembali menggelar tradisi budaya Nyadran 100 Kambing.
(Jumat, 23 Januari 2026)
Tradisi ini dilaksanakan secara turun-temurun dan digelar dua tahun sekali, tepat pada bulan Ruwah atau Jumat Kliwon dalam penanggalan Jawa di tahun genap.
Prosesi Nyadran diawali dengan kirab puluhan kambing yang akan disembelih, mengelilingi wilayah Dusun Pete. Kirab berlangsung meriah dengan diiringi gunungan nasi kuning Arga Boga serta gunungan hasil bumi, yang kemudian diperebutkan oleh masyarakat dan para pengunjung sebagai simbol rasa syukur atas limpahan rezeki.
Kirab dipimpin langsung oleh Kepala Desa Kembangsari yang menaiki kuda, diikuti oleh warga yang mengenakan busana adat Jawa, menciptakan suasana sakral sekaligus penuh nilai budaya. Dalam prosesi tersebut, Parang Jayakusuma turut dikirab sebagai pusaka simbolik, sebelum akhirnya diserahkan kepada juru kunci makam setibanya di gerbang makam.
Setelah penyerahan pusaka, dilakukan penyembelihan kambing pertama di sekitar makam Simbah Kyai Kramat dan Simbah Kyai Yudho Kusumo. Kambing-kambing tersebut kemudian dimasak secara gotong royong di sekitar area makam dan dibagikan kepada masyarakat, sebagai wujud kebersamaan, sedekah, serta penghormatan kepada leluhur.
Tradisi Nyadran 100 Kambing tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya leluhur, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur warga Dusun Pete, sekaligus menjadi daya tarik budaya yang unik di Kabupaten Temanggung.

DINBUDPAR