Detail Berita

Malam hari itu, Jumat (23/1), masyarakat Desa Bansari Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, berkumpul di halaman masjid setempat menyaksikan pagelaran budaya yang diusung oleh delapan RT Dusun Sawit. Masing-masing RT menyuguhkan sendratari dengan tema berbeda yang diambil dari cerita rakyat seperti Kebi Giro, Ande-Ande Lumut, Anoman Obong, Joko Tarub dan ada juga yang mengusung budaya Betawi.

Sebelumnya, para peserta melakukan karnaval mengelilingi Desa Bansari yang dipandu grup drum band yang didatangkan dari Kecamatan Kledung. Disetiap sudut jalan, masyarakat berkumpul untuk menyaksikan pawai dari delapan peserta. Acarapun tetap meriah meskipun udara terasa dingin setelah diguyur hujan.

Kepala Desa Bansari, Herlan dalam kesempatan itu mengatakan, acara Budaya Satari Nyawiji ini sudah ada sejak tahun 1960 an. Namun pada waktu itu, Masyarakat hanya menggunakan obor dari bambu untuk berkeliling. Hingga saat ini, budaya seperti ini masih terus dilestarikan dengan melakukan banyak inovasi.

Herlan menambahkan, acara ini diselenggarakan dengan anggaran dari Masyarakat secara swadaya. Masyarakat sudah lama menabung dari hasil panen tembakau pada musim tahun lalu. Acara ini tumbuh dari kesadaran Masyarakat untuk melestarikan budaya peninggalan para leluhur.

Karnaval Budaya Satari Nyawiji ini dilombakan dengan kriteria kerapian, kreatifitas, kesesuaian tema dan penyajian ogoh-ogoh. Para juri didatangkan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung.