TEMANGGUNG – Situs Purbakala Liyangan kian memantapkan posisinya sebagai destinasi edukasi unggulan di Kabupaten Temanggung. Pada Sabtu (6/6/2026), giliran sebanyak 38 siswa-siswi dari TK Dharmawanita Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto, yang menyambangi situs bersejarah yang terletak di Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo tersebut.
Kehadiran puluhan anak-anak ini dalam rangka kegiatan pembelajaran di luar kelas (outing class) untuk mengenal lebih dekat jejak peradaban purbakala di tanah kelahiran mereka. Belakangan ini, Situs Liyangan memang menjadi daya tarik tersendiri sekaligus rujukan utama bagi lembaga pendidikan untuk mengenalkan sejarah Kerajaan Mataram Kuno yang ada di Temanggung sejak usia dini.
Didampingi oleh para guru dan pemandu situs, ke-38 siswa tersebut tampak antusias menjelajahi kawasan lereng Gunung Sindoro. Mereka diajak melihat langsung struktur batuan candi, sisa-sisa area permukiman kuno, serta petirtaan suci yang terkubur akibat letusan dahsyat gunung berapi berabad-abad silam.
Pihak pengelola sekolah menyampaikan bahwa pengenalan sejarah secara visual dan interaktif jauh lebih efektif bagi anak-anak usia dini dibandingkan hanya sekadar pembelajaran di dalam ruangan.
"Situs Liyangan ini adalah laboratorium sejarah yang luar biasa di Temanggung. Kami ingin anak-anak tahu bahwa daerah mereka memiliki warisan peradaban Mataram Kuno yang mendunia. Melalui outing class ini, rasa bangga dan cinta tanah air ditanamkan sejak mereka masih kecil," ungkap perwakilan guru pendamping dari TK Dharmawanita Plosogaden.
Selama kegiatan, materi sejarah dikemas dengan bahasa yang sederhana, ringan, dan menyenangkan khas anak-anak, dipadukan dengan aktivitas fisik yang aman di alam terbuka. Anak-anak juga berkesempatan mengabadikan momen kebersamaan mereka lewat foto bersama dengan latar belakang kemegahan struktur batuan Liyangan yang eksotis.
Meningkatnya kunjungan dari berbagai sekolah membuktikan bahwa Liyangan berhasil mentransformasikan diri, tidak hanya sebagai pusat penelitian arkeologi bagi para ahli, tetapi juga sebagai ruang belajar publik yang ramah anak, edukatif, dan penuh inspirasi.
DINBUDPAR