TEMANGGUNG – Ratusan pendaki dari berbagai daerah memadati jalur pendakian Gunung Sindoro melalui Basecamp Grasindo, Desa Kledung, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung pada Senin malam (15/6/2026). Momentum ini bertepatan dengan peringatan malam 1 Muharram 1448 Hijriah atau yang lebih dikenal dalam tradisi Jawa sebagai malam 1 Suro.
Pendakian malam 1 Suro di gunung kembar kembaran Sumbing ini memang telah menjadi tradisi tahunan bagi para pecinta alam dan peziarah spiritual. Mereka memilih momen pergantian tahun baru Islam ini untuk melakukan refleksi diri sekaligus menikmati keindahan alam dari puncak berketinggian 3.136 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Pihak pengelola Basecamp Grasindo Kledung mencatat adanya lonjakan kuantitas pendaki yang cukup signifikan dibandingkan hari-hari biasa. Sejak Senin pagi hingga menjelang malam hari, antrean registrasi terus mengalir.
"Untuk malam 1 Suro ini, antusiasme pendaki sangat luar biasa. Mayoritas berasal dari wilayah Jawa Tengah dan DIY, namun tidak sedikit pula yang datang dari Jawa Barat dan Jakarta," ujar Rian salah satu pengelola di Basecamp Grasindo Kledung.
Untuk mengantisipasi membludaknya peserta, pihak pengelola telah menyiagakan personel tambahan di titik-titik rawan serta berkoordinasi dengan tim SAR lokal untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pendaki selama perjalanan.
Bagi sebagian pendaki, mendaki Gunung Sindoro di malam 1 Suro memberikan sensasi magis dan spiritual yang berbeda. Jalur Kledung sendiri dipilih karena aksesnya yang strategis di pinggir jalan raya utama Temanggung-Wonosobo, serta memiliki fasilitas yang lengkap dan jalur yang tertata rapi.
Cuaca di kawasan Kledung pada Senin malam terpantau cerah berawan dengan suhu udara yang cukup dingin, khas pegunungan di pertengahan tahun. Kondisi ini dinilai sangat mendukung bagi para pendaki untuk melakukan summit attack menjelang fajar guna berburu matahari terbit (sunrise) perdana di tahun baru Islam.Pendakian malam 1 Suro di Gunung Sindoro via Kledung ini diharapkan berjalan dengan aman dan tertib, sekaligus menjadi wadah positif bagi masyarakat untuk menyambut lembaran tahun yang baru dengan semangat menjaga kelestarian alam.
DINBUDPAR