TEMANGGUNG – Memasuki puncak musim kemarau antara bulan Juni hingga Agustus, sebagian besar objek wisata air sering kali mengalami penurunan debit air yang drastis. Namun, hal berbeda justru menjadi daya tarik utama di Curug Surodipo (atau yang akrab disapa Curug Trocoh) di Desa Tawangsari, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung.
Di balik tebing batu yang megah, keindahan rahasia tersembunyi di tingkat ke-5 Curug Surodipo justru menawarkan momen kunjungan terbaik dan paling aman bagi para pencinta alam bebas pada pertengahan tahun ini.
Curug Surodipo dikenal memiliki lima tingkatan air terjun dengan total ketinggian yang fantastis. Jika tingkat pertama menyajikan pemandangan vertikal setinggi 120 meter yang memukau dari area atas, maka tingkat ke-5—yang merupakan tingkatan paling bawah—menyuguhkan eksotika yang berbeda.
Di tingkat ke-5 ini, formasi batuan andesit berpadu rapi dengan vegetasi hijau khas lereng perbukitan Wonoboyo. Air yang jatuh dari tingkatan-tingkatan di atasnya berkumpul membentuk aliran sungai berbatu dengan kolam-kolam alami yang jernih. Kontur alam di sekitar tingkat kelima ini memberikan atmosfer yang sangat tenang, sejuk, dan jauh dari hiruk-piruk perkotaan.
Jika pada musim penghujan akses menuju tingkat bawah cenderung dihindari karena medan yang licin dan risiko keselamatan, musim kemarau seperti bulan Juni hingga Agustus ini justru menjadi waktu paling ideal untuk datang. Berdasarkan data lapangan, salah satu keunggulan utama berkunjung di musim kemarau adalah faktor keselamatan yang meningkat drastis. Wisatawan yang melakukan trekking ke tingkat ke-5 tidak perlu khawatir atau waswas akan datangnya banjir kiriman (banjir bandang) dari dataran yang lebih tinggi yang melintasi jalur hulu Curug Surodipo.
"Saat kemarau, debit air di hulu sangat stabil dan terkendali. Karakternya menjadi sangat jernih dan arusnya bersahabat. Ini membuat aktivitas eksplorasi ke tingkat bawah jauh lebih aman tanpa ketakutan adanya luapan air mendadak dari wilayah atas," jelas Taru, salah seorang pemandu lokal di Curug Surodipo, Jum’at (19/6/2026).
Perjalanan menuju tingkat ke-5 menyajikan petualangan tersendiri. Wisatawan akan diajak menyusuri jalur setapak yang membelah ladang kopi warga. Uniknya, pada bulan Juni hingga Agustus, pemandangan sekitar akan dihiasi oleh rimbunnya tanaman tembakau khas Temanggung yang sedang memasuki masa subur dan siap panen. Aroma khas daun tembakau yang berpadu dengan udara pegunungan yang bersih menjadi bonus yang menyegarkan sepanjang perjalanan.
Meski debit air mengecil dibanding musim penghujan, pasokan air di Curug Surodipo dipastikan tidak pernah kering total. Hal ini dikarenakan kawasan hutan lindung di bagian atas Kecamatan Wonoboyo masih terjaga dengan baik sebagai daerah resapan air alami. Dengan jaminan keamanan dari banjir kiriman dan keindahan alam yang tetap asri, tingkat ke-5 Curug Surodipo menjadi opsi destinasi wisata petualangan yang wajib masuk dalam daftar liburan Anda di musim kemarau ini.
DINBUDPAR