TEMANGGUNG – Dalam upaya menjaga kelestarian seni tradisi lokal agar tidak punah digilas zaman, komunitas Sedulur Pembareb menggelar pelatihan natah (membentuk) dan sungging (mewarnai) wayang kulit. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusiasme di Sedulur Pembareb Creative Space, Jl. Margi Katresnan No. 1, Tegesan Samiranan, Kandangan, Temanggung, Rabu (24/6/2026).
Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta dari masyarakat umum yang memiliki ketertarikan kuat terhadap pelestarian Wayang Kedu Gagrag Temanggungan, sebuah gaya (gagrag) wayang khas yang memiliki karakteristik unik. Sebelumnya telah dilaksanakan pembukaan workshop tatah sungging pada Senin, 1 Juni 2026.
Tujuan utama dari inisiatif ini bukan sekadar mengenalkan seni wayang kepada generasi sekarang, melainkan sebagai langkah nyata regenerasi. Fokus utama pelatihan adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai teknik pembuatan fisik wayang, mulai dari memahat kulit kerbau (natah) hingga memberikan warna dan detail estetika (sungging).
"Acara ini kami selenggarakan untuk melestarikan dan mengembangkan Wayang Kedu Temanggung, khususnya dalam hal pembuatan fisik wayangnya. Selain itu, momentum ini kami gunakan secara maksimal untuk menggali potensi penatah dan penyungging muda berbakat di Kabupaten Temanggung," ujar Ma’ruf salah satu perwakilan dari Komunitas Sedulur Pembareb.
Wayang Kedu Gagrag Temanggungan memiliki ciri visual dan filosofi yang membedakannya dari gaya Yogyakarta maupun Surakarta. Melalui ruang kreatif Sedulur Pembareb Creative Space, diharapkan lahir para perajin dan seniman muda yang mampu menghidupkan kembali eksistensi wayang khas daerah ini.
Para peserta yang hadir tampak tekun memegang tatah (alat pahat) dan kuas, dipandu oleh mentor berpengalaman. Komunitas Sedulur Pembareb berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi pemantik konsisten bagi bangkitnya industri kreatif berbasis budaya di Temanggung, sekaligus memastikan bahwa gerak jemari para penatah dan penyungging masa depan tetap lestari.
DINBUDPAR