TEMANGGUNG — Dedikasi tanpa batas dalam merawat seni tradisi leluhur kembali membuahkan pengakuan di tingkat regional. Ki Yatman Siswo Wisono, maestro sekaligus dalang sepuh Wayang Kedu Gagrag (Gaya) Temanggungan asal Desa Tening, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung, resmi ditetapkan sebagai salah satu penerima Anugerah Kebudayaan Jawa Tengah tahun 2026.
Pengumuman kepastian penghargaan prestisius tersebut disampaikan pada Jum’at (3/7/2026). Ki Yatman terpilih untuk menerima penghargaan pada kategori Pelestari Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK). Dari total delapan penerima anugerah yang disaring dari seluruh wilayah Jawa Tengah, sosok Ki Yatman dinilai menjadi salah satu figur paling konsisten dalam menjaga eksistensi seni pertunjukan tradisional.
Ketua tim kurator atau perwakilan panitia dalam keterangannya menyebutkan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan atas keteguhan Ki Yatman yang mampu melestarikan dan merawat eksistensi Wayang Kedu secara turun-temurun hingga memasuki generasi ketujuh. Di tengah gempuran modernisasi, konsistensinya menjaga pakem kesenian khas Temanggungan ini dinilai sebagai capaian yang luar biasa.
Wayang Kedu Gagrag Temanggungan sendiri sudah ditetapkan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) yang memiliki karakteristik unik, mulai dari cengkok sulukan, sabetan, hingga gending pengiring yang sarat akan nilai sosiologis masyarakat agraris. Di tangan Ki Yatman, rantai transmisi keilmuan dan sejarah silsilah para dalang Kedu terdahulu berhasil dijaga hingga kini.
Secara seremonial, penyerahan penghargaan kepada Ki Yatman beserta delapan penerima anugerah lainnya se-Jawa Tengah tersebut dijadwalkan akan diserahkan secara langsung pada prosesi Malam Anugerah Kebudayaan Jawa Tengah 2026 mendatang.
Apresiasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Ki Yatman di Wonoboyo, namun juga menjadi momentum penting bagi penguatan kelestarian serta pemajuan kebudayaan daerah di Kabupaten Temanggung.
DINBUDPAR