TEMANGGUNG — Upaya melestarikan warisan budaya nusantara terus bergelora di Kabupaten Temanggung. Kali ini, kegiatan bertajuk Kelanjutan Workshop Tatah Sungging Wayang Kedu sukses diselenggarakan pada Sabtu (25/7/2026) bertempat di Sedulur Pembareb Creative Space, Jl. Margi Katresnan No. 1, Tegesan Samiranan, Kandangan, Temanggung.
Acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB ini menjadi ajang edukasi sekaligus praktik langsung pengolahan karya seni kriya tradisional khas gagrak Wayang Kedu.
Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang peserta dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Antusiasme terlihat jelas saat para peserta bahu-membahu mempelajari detail seni menatah kulit wayang.
Selain warga lokal Temanggung, workshop ini juga dihadiri oleh mahasiswa dari Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto. Sebanyak 12 personil mahasiswa yang sedang menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kembangsari turut hadir dan berpartisipasi aktif menimba ilmu seni tradisi ini.
Workshop ini merupakan lanjutan dari sesi pelatihan sebelumnya. Jika pada pertemuan pertama para peserta telah mempelajari teknik dasar seperti tatahan langatan, bubukan, dan buk-iring, pada sesi kelanjutan ini peserta diajak untuk mendalami teknik-teknik tatahan lanjutan guna memperhalus ragam hias pada figur Wayang Kedu.
Para peserta yang hadir membawa peralatan tatah dan sungging milik mereka sendiri untuk mempraktikkan langsung detail-detail ornamen wayang di bawah bimbingan para pengrajin lokal seperti Diha dan Aples.
Melalui sinergi antara generasi muda, masyarakat lokal, dan akademisi dari UNSOED Purwokerto, kegiatan ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan seni kriya khas Wayang Kedu agar tetap lestari dan tidak tergerus oleh zaman.
DINBUDPAR