TEMANGGUNG — Semangat pelestarian seni dan budaya tradisional terus bergema di Kabupaten Temanggung. Hari ini, Rabu (5/8/2026), kegiatan Kelanjutan Workshop Tatah Sungging Wayang Kedu Gagrag Temanggungan kembali digelar secara interaktif di Sedulur Pembareb Creative Space, Jl. Margi Katresnan No. 1, Tegesan Samiranan, Kandangan, Temanggung.
Pelatihan yang bertujuan untuk mengasah keterampilan menatah dan menyungging (mewarnai) wayang kulit khas Temanggungan ini diikuti oleh total 65 peserta dari berbagai kalangan.
Dari total peserta yang hadir, sebanyak 40 orang merupakan peserta umum dan pegiat budaya lokal yang ingin memperdalam teknik kriya wayang kulit. Sementara itu, 25 peserta lainnya merupakan siswa-siswi dari SMK Eyzzul Moslem Bulu, Temanggung.
Kehadiran para pelajar tersebut merupakan bagian dari implementasi praktik lapangan untuk memenuhi tugas mata pelajaran (mapel) Bahasa Jawa. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya belajar teori kebudayaan di dalam kelas, tetapi juga mengalami langsung proses kreatif pembutan karya seni Wayang Kedu gagrag Temanggungan yang bernilai artistik tinggi.
Dalam workshop kelanjutan ini, para peserta dibimbing langsung oleh instruktur dan pengrajin wayang berpengalaman, seperti Mas Diha dan Mas Aples. Mereka diajak untuk memahami karakter visual khas gagrag Temanggungan serta melatih ketelitian dalam menggunakan ragam tatah kulit dan teknik pewarnaan (sungging).
Sinergi antara generasi muda dari sekolah kejuruan dan masyarakat umum di ruang kreatif seperti Sedulur Pembareb Creative Space ini diharapkan dapat memperkuat regenerasi seniman kriya, sekaligus memastikan seni tradisi Wayang Kedu gagrag Temanggungan tetap lestari dan mengakar di Kabupaten Temanggung.
DINBUDPAR