Detail Galleri

Kabupaten Temanggung di Jawa Tengah selama ini mahsyur dengan julukan "Kota Tembakau". Wilayah ini adalah produsen tembakau kualitas super (seperti varietas srintil) yang menjadi tulang punggung industri rokok kretek nasional. Namun, di luar dominasi kretek, Temanggung ternyata menyimpan sebuah warisan sejarah yang luar biasa: Pabrik Cerutu Rizona. Bertahan melintasi berbagai zaman, pabrik ini masih setia mengepulkan asap kejayaannya sejak era kolonial Belanda.

Sejarah Singkat Berdirinya Rizona

Jejak pabrik cerutu ini dimulai lebih dari satu abad yang lalu, tepatnya pada tahun 1910. Pabrik ini dirintis oleh seorang pengusaha ulet bernama Hoo Tjong An. Di era kolonial, cerutu (javasche sigaren) sangat digemari oleh para pejabat, meneer Belanda, dan kaum bangsawan.

Seiring berjalannya waktu, tampuk kepemimpinan perusahaan (yang kini bernama PT Rizona Baru) diwariskan secara turun-temurun dan sukses melewati berbagai krisis zaman:

  • Generasi Pertama (1910 - 1930-an): Dipimpin langsung oleh sang pendiri, Hoo Tjong An.

  • Generasi Kedua (1934 - 1990): Dipimpin oleh sang anak, Ho Thiam Hok (Sunardi Hartono). Pada masa ini, Rizona mengalami masa kejayaan dan produknya sangat dikenal luas.

  • Generasi Ketiga (1990 - Sekarang): Di bawah komando Mulyadi Hartono, pabrik bertransformasi menjadi "Rizona Baru" dan terus bertahan melestarikan tradisi di tengah gempuran rokok modern.

Hingga hari ini, pabrik yang berlokasi di Jalan Diponegoro No. 27, Temanggung tersebut tidak pernah berhenti beroperasi.

Beberapa keunggulan dari proses produksi Rizona:

  • Tradisional & Alami: Pembuatannya masih mengandalkan sentuhan tangan manusia (pengerjaan manual) dan alat pres tradisional dari kayu.

  • Tanpa Bahan Kimia: Cerutu ini sama sekali tidak menggunakan saus perasa atau bahan kimia buatan.

  • Proses Fermentasi Panjang: Daun tembakau diasapkan dan harus melalui proses fermentasi (diperam) selama kurang lebih satu tahun penuh untuk memunculkan cita rasa dan aroma premium yang mantap.

Varian Produk Legendaris

Dalam sehari, pabrik Rizona saat ini memproduksi sekitar 4.000 hingga 5.000 batang cerutu. Produk-produk ini didistribusikan ke pasar lokal di Pulau Jawa, Medan, hingga Teluk Betung. Beberapa varian legendaris yang masih diproduksi dan memiliki penikmat setianya antara lain:

  1. Kenner King

  2. Kenner Bollero

  3. Havana Extra Fine

Eksistensi di Tengah Gempuran Zaman

Di era modern, popularitas cerutu memang terus terdesak oleh kepraktisan rokok kretek maupun rokok elektrik. Jumlah tenaga kerjanya pun kini tidak semasif pada zaman kolonial. Namun, komitmen Mulyadi Hartono memastikan mesin waktu di pabrik Rizona tetap berjalan.

Eksistensi pabrik yang sudah berusia 116 tahun ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Pada awal tahun 2025 lalu, Menteri UMKM meninjau langsung pabrik Rizona untuk memberikan apresiasi kepada Mulyadi sebagai pelopor cerutu lokal, sekaligus membuka jalan bantuan dari sisi pemasaran agar mahakarya asli Temanggung ini bisa lebih bersaing dan dikenal oleh generasi muda.

*Menghisap Cerutu Rizona bukan sekadar menikmati tembakau, melainkan menyesap warisan budaya dan sejarah industri Nusantara yang masih berdetak kuat di Kota Tembakau.*